Putri Kecil

Assalamu'alaikum wr wb


Alhamdulilah segala puji bagi Allo Swt yang selalu menjaga diri kami. Melindungi kami, serta memberikan segala nikmat yang tidak pernah kita ketahui. Alloh Swt selalu memberikan beribu banyak nikmat. Namun, umatNya selalu tidak pernah bersyukur. Semoga kita semua senantiasa di berikan limpahan rahmat dan kasih sayang dari diriNya. Aamiin Aamiin ya rabbalalamiin.


Begitu juga tepat setahun usia pernikahan kami. Alloh Swt memberikan anugerah yang tidak akan pernah bisa kita beli dengan apapun. Sebuah amanah yang sangat berharga bagi kami sebagai sepasang suami istri adalah di berikan putri kecil. Iya dialah malaikat kasih sayang hadiah dari yang Maha Kuasa. Alloh Swt telah memberikan kepercayaan kepada kami berdua untuk mendidik dan menjaga buah hati kami.  Perjuangan yang sangat berat telah saya alami untuk menjadi seorang ibu. Ibu adalah malaikat pertama yang melindungi anaknya, menjaga, dan memberikan beribu kasih dan sayang kepada anaknya. Tidak pernah ibu berlaku tidak adil terhadap anak kandungan sendiri. Jika ada seorang ibu yang tega menelantarkan anaknya hingga membunuhnya sungguh dia tidak pantas di sebut dengan "IBU".

Pengalaman ini saya bagi kepada teman-teman semua agar mengetahui bagaimana perjuangan seorang IBU. Dia berani bertaruh nyawa demi seorang anak yang di kandungnya. Selama 9 bulan lebih atai usia kehamilah 40 minggu. Sang ibu dengan bersusah payah melindungi janin yg di kandungnya. IBU adalah madrasah pertama bagi putra putrinya, sebab karena IBU sangat merelakan sepenuh jiwa hanya untuk sang anak semata. Tak akan pernah ada seorang ibu yang ingin anaknya sengsara sama seperti apa yang di alami. Namun, justru yang ada hanya sebaliknya. Sang anak justru menyakiti ibunya dengan sangat keji. Astagfirullahalazim... semoga kita semua para pembaca dapat terhindar dari sikap yang tidak patutu dicontoh. Aamiin ya rabbalalamin.

Selanjutnya. Kisah ini berdasarkan kisah nyata. Dari seorang ibu muda dengan usia 27 tahun. Dia seorang wanita karir, sebagian hidupnya hanya di kerjalan dengan mementingkan duniawi. Ibu muda ini berkerja sebagian di perusahaan asing. Dan bahkan sang ibu rela berkorban menghabiskan waktu dengan duniawi.


Berikut kisahnya:
Tepat di bulan september 2016. Seorang ibu sudah tua renta bernama Munah. Beliau bersusah payah ingin mendapatkan seorang anak. Namun, usahanya selama kurang lebih 40 th belum di karuniakan anak. Sehingga memutuskan untuk mengangkat anak pada saat usia senja.

Dengan penuh kasih sayang ibu Munah merawat dan membesarkannya hingga anak angkatnya berusia dewasa dan Ibu Munah meninggal dunia. Sang anak tidak tau siapa ibunya karena di asuh kembali oleh orang tua yang kaya raya. Sehingga sang anak tersebut menjadi seorang dokter.

Sang dokter bertanya dalam hati. Siapa ibu kandungnya dan hati kecilnya mengatakan bahw ibu yang sekarang bukannlah ibu kandungnya. Beberapa lama mencari tau dan tibalah ia di sebuah gubuk reot. Di sebuah desa terpencil di dalam gubug terdapat foto seorang bayi.  Dengan gendongan kain yang di pegang oleh seorang nenek tua. Menurut seorang di desa sana putri dalam foto tersebut sudah tinggal di kota bersama orang tua asuhnya.




Komentar

Postingan Populer