Tugas nhw#4 Mendidik dgn Kekuatan Fitrah

Assalamu'alaikum wr wb
Bismillahhirrohmannirrohim

Bersabar

Alloh swt berfirman dalam Al qur'an  surah Al baqorah 153 adalah "Hai orang-orang beriman, mintalah pertolongan (kepada Alloh)  dgn sabar dan (mengerjakan)sholat, sesungguhnya Alloh berserta org2 yang sabar."

Ayat di atas mengandung arti yang mendalam. Dan itulah sebabnya saya ingin sekali memperdalam ilmu tersebut. Dalam universitas hidup ini kita tak lepas dgn kata "sabar" baik itu dalam menuntut ilmu sekalipun. Ilmu yang kita peroleh dgn penuh kesabaran maka hasil akhirnya akan sempurna. Dengan kata lain sabar masih menduduki peringkat pertama di dalam universitas kehidupan ini. Jurusan yang di pilih adalah "Management Mengelola Sabar Dalam Syariat Islam. "

Dalam berbagai point dalam checklist perubahan mulai dari Pribadi  menjadi lebih istiqomah. Sebagai Seorang Istri dan Menjadi Ibu alhamdulilah sebagian sudah terealisasi dengan sangat baik. Namun, ada beberapa hal yang belum di terapkan lantaran akan baru di mulai bulan depan. Menginggat akan kesalahan dalam management waktu, sehingga terlupakan.

Tetapi, semua apa yang di buat Insyaalloh sudah di ketahui oleh suami dan Pribadi sendiri yang sudah mengingatkan. Sebagai Ibu yang mengajarkan kebaikan kepada anak. Insyaalloh akan di laksanakan sesuai dengan konsistensi apa yang sudah di tulis. Sejauh ini ada beberapa yang di terapkan salah satunya adalah mengajarkan 5 (lima) surah pendek kepada anak yang masih balita. Hafalan demi hafalan di sampaikan ketika akan berangkat tidur. Dan murotal qur'an yang mengantarkan ia tertidur lelap.Sejak dalam kandungan pun anak sudah mulai di kenalkan, bahkan jika anak sulit sekali tidur. Menginggat usia semakin besar kualitas tidur menjadi berkurang.

Tentunya membuat saya sebagai seorang ibu memakai berbagai cara dan salah satunya adalah metode 5 (lima) surat perhari. Ketika hendak tidur, dalam alunan bawah sadar saya membacakan surat-surat pendek. Saya berharap kelak anak akan hapal dengan sendirinya jika di lakukan secara kontinyu (berkepanjagan) atau konsisten.Berikut checklist indikator perempuan sebagai ibu:


Dalam memasuki gerbang rumah tangga. Tentu saja peran seorang Ibu menjadi hal yang menjadi fokus utama ketika belum memiliki seorang anak. Saat Alloh swt menganugerahkan seorang putri cantik itu artinya tugas bertambah dan pelajaran hidup harus di bagi bersama-sama dengan suami. Ketika saya di lahirkan tentunya pasti Alloh swt pasti mempunyak maksud dan tujuan. Terlebih saat melahirkan anak dengan penuh pengorbanan. Alloh swt mengingatkan betapa amanah yang di berikan harus di jaga sebagaimana mestinya.

Ketika usia remaja sifat keegoisan itu sering sekali muncul dan kini saat menikah juga sering terlupakan. Tetapi ketika ada anak hati dan pikiran tercurahkan kepadanya. Tak ada lagi raut kesal apalagi marah.

Alloh swt menciptakan saya adalah untuk menjadikan pribadi yang tegar (tangguh)  dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan tantangan. Setiap langkah dalam rumah tangga pasti ada rintangan. Untuk itu saya di tuntut untuk " sabar". Saat usia pernikahan 1(satu) tahun terlihat keegoisan di masing-masing pribadi kita berdua.Namun, semua tidak akan menyesaikan masalah. Saya terlebih dahulu untuk memafkan kesalahan suami. Dan kembali dgn suasana yang menyenangkan tanpa ada rasa beban.
Teringat saat mengambil program studi strata 1 (satu) ekonomi.

Ketika orang tua tak sanggup untuk menyekolahkan. Dan fokus untuk biaya adik. Saya ikhlaskan itu semua, dan belajar untuk mandiri. Dengan penuh keyakinan saya sanggup untuk kuliah. Maka saya bekerja dan  kuliah secara bersamaan. Setiap hari di lakukan dgn penuh kerja keras. Karena dalam hati kecil saya adalah saya ingin memberikan tanda jasa ini untuk kedua org tua. Tanpa menyusahkan mereka, biarlah mereka fokus kpd adik saya. Dari situ saya belajar untuk giat bekerja dan semgat dalam mengejar cita-cita. Adapun maksud dan tujuan adalah agar saya menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah dgn keadaan, jika org tua tak sanggup. Maka point selanjutnya untuk mengejar cita-cita adalah dgn semangat berjalan berdampingan. Baik itu bekerja dan kuliah. Subhannallah rasanya hati jadi tenang jika kita menjalankan semua dengan ikhlas.

Adapun  bidang yang ingin saya geluti saat ini adalah passion menjaga buah hati. Dan kecintaan akan dunia parenting. Terlebih saat kehadiran putri kecil kami, saya jadi aware akan kebutuhan dirinya. Mulai dari lahir hingga usia 15(lima belas) bulan. Tetap memberikan ASI (air susu ibu). Dan menyediakan makanan sehat yang menjadi penunjang tumbuh kembang.Saya sangat berkomitmen untuk memberikan apapun yg terbaik demi buah hati. Tak hanya kebutuhan makanannya saja,  tetapi kebutuhan akan kemampuan belajar juga saya pikirkan. Mulai dari menjadi agen sebuah buku edukasi. Yang nantinya saya belajar menjadi sebuah agen dan ikut bergabung di dalamnya.

Adapun peran dalam bidang ini adalah:
*  Turut serta dalam mengembangkan kecerdasan anak-anak usia dini
*  Membuat sebuah mainan edukasi anak yang dapat merangsang kecerdasan otak anak-anak usia dini.
* Mencegah anak untuk tidak tersentuhan dengan dunia maya yang tidak berkaitan dlm menunjang kecerdasan anak. Misal: gagget dll

lmu yang akan saya geluti adalah dunia parenting dan menjadi pemerhati anak. Dalam hal ini saya tidak sendiri dalam melakukannya. Tentunya di dukung oleh teman-teman yang berkualitas dalam hal mendidik anak ke arah yang positif. Saya masih dalam tahap belajar,untuk itu saya ingin sekali hidup saya untuk anak-anak yg kurang beruntung. Dunia parenting banyak sekali kita temui di dalam buku-buku. Atau kita bisa juga melihat sekitar bagaimana cara mengasuh anak dengan pola asuh yang baik.

Dalam mempelajari ilmu tersebut tentunya perlu ada target yang di usung. Di sini ada beberapa tahap dalam menentukan tahap demi tahap. Disini alhamdulilah saya sudah belajar membaca buku dari Bunda Sayang terbitan Ibu Profesional dan juga buku yang berjudul "the secret of Englightening parenting (mengasuh pribadi tangguh,menjelang generasi gemilang).

Saya sungguh tertarik dengan kedua buku tersebut. Karena sama-sama memberikan pemahaman dalam dunia parenting. Dan itu juga yang membuat saya merasa tertantang untuk mendalami ilmu mendidik anak dan pola asuk anak yang cemerlang. Dan untuk menempuh ilmu tersebut saya di tuntut untuk memberlakukan beberapa jam terbang guna mencapai hasil dalam melaksanakan ilmu yng ingin saya capai.

Tahap yang di maksud adalah sebagai berikut:

1. 0-1 km ( 1 tahun) dalam tahapan ini saya ingin sekali menguasai ketrampilan melatih kecerdasan emosi dan spritual anak.  Dan ini saya ambil dalam buku Bunda Sayang.  Banyak sekali yang di jelaskan dalam buku ini dan saya beruntung sekali bisa mengenal Institut Ibu Profesional.

2. 1-2 km (2 tahun) dalam tahapan selanjutnya saya ingin sekali mengenal pembentukan karakter pada anak. Di sini saya tertarik dalam menentukan karakter anak. Sebab,anak bisa terbentuk baik bila kita mengetahui beberapa tahapannya. Sudah sepantasnya sebagai orang tua mengetahuinya. Agar anak tidak terjerumus ke dalam karakter yang tidak baik nanti.

3. 2-3 km (3 tahun) jika kita sudah mengenal karakter anak maka hal yang perlu kita lakukan dan pelajari selanjutnya adalah memacu kreativitas anak sejak dini. Dan ini adalah tahap selanjutnya ketika anak sudah lewat batas usia 2 tahun. Semakin banyak hal-hal yang ingin di ketahuinya. Itulah mengapa kita harus membatasi dunia nonton televisi. Dan mengasah kemampuan dengan aktivitas yang baik. Peran saya sangat di perlukan dalm hal ini yg di lakukan adalah menemaninya dan mengarahkan ke hal yang positif.

4. 3-4 km ( 4 tahun) hal yang ingi  di capai selanjutnya adalah bagaimana mengajak anak untuk mengenal kecerdasan finansial sejak dini. Dalam hal ini saya juga masih ikut berperan dalam membantu anak mewujudkannya. Dulu sejak saya bangku kuliah sudah berpikir bagaimana cara mencari uang sendiri untuk sekedar menambah uang tabungan. Sehingga tercetus lah untuk ikut membantu teman berjualan kue brownies.


Hasilnya sedikit sekali tetapi penuh dgn perjuangan dan berkah. Itulah mengapa saya ingin sekali mengajarkan anak untuk bisa mandiri secara finansial walaupun masih kecil. Dengan cara apa? Itu yang masig dalam tahap pemikiran. Namun, setidaknya sudah ada bayangan untuk merealisasikannya.

Semoga saya bisa mengerjakan apa yang sudah di tulis dan ini merupakan sebuah tantangan kedepan. Belajar bersama dengan bunda-bunda hebat insyaalloh bisa mewujudkannya

salam
-Marliyana-


Komentar

Postingan Populer