Pendamping Hidup di Surga
Assalamu'alaikum wr wb
_Sebuah pesan yang terindah Ibu tulis untuk Ayah tercinta_
Harum...harum sekali tubuh Ayah. Semoga nanti Ayah yang akan mengantarkan kita ke surga. Aamiin ya rabbalalamin. Karena lelah dan letih untuk mengharapkan ridho Alloh swt. Dan berjuang untuk keluarga kecil kita. Sesekali tampaknya aroma tubuh Ayah yang membuat Ibu Rindu. Karena hampir tak pernah lagi Ibu menciumnya. Selain aroma tubuh putri kecil kita. Ma'afkan Ibu yang beralih perhatian mencurahkan kasih dan sayang kepada putri kecil kita. Ma'afkan Ibu yang masih kurang sempurna dalam merawat Ayah sehingga sering terabaikan. Ayah, tak banyak kalimat yang ingin Ibu utarakan.
Suamiku sayang, ingatkah kapan pertama kali kita di pertemukan? Mungkin sudah lupa,tetapi akan Ibu ingatkan.
Jogya, juli 2014
Sehari sebelum menjelang Hari raya idul fitri. Kita berkenalan. Tampak rasanya asing tetapi hati kita menyimpan rasa yang sama. Aiiish....rasanya malu sekali saat bertemu dulu. Jilbab yang seadanya, rok yang kumel dan mulai pudar warnanya serta baju pink yang lusuh. Ayah terlihat Gagah.
saat itu. Wajahnya yang menyimpan sejuta teka-teki memancar dari berbagai sudut pandang seorang wanita.
"Apakah dia orang baik-baik"? Atau
"Apakah dia orang yang bertanggung jawab"?
Dan sebagainya.
Perkenalan singkat tapi Pasti. Entah siapa duluan yang mulai tetapi hati kita berdua ada yang saling menggerakkan yakni Alloh swt.
Liatlah usia pernikahan kita seperti umur jagung. Ibarat anak kecil yang sudh pandai berjalan dgn penuh kehati-hatian. Itulah gaya Ayah dalam memimpin keluarga kecil kita. Sikap yang penuh kesigapan dalam mencapai sebuah kebahagian
Suamiku sayang, Terima kasih!
Sikap yg penuh kegigihan dalam mengarungi rumah tangga ini, menjadi bukti bahwa Ayah penuh tanggung jawab. Tak pernah sesekali terlihat bulir-bulir keringat yang mengantarkan lelahmu. Tapi, mungkin saja Ayah sembunyikan dalam-dalam supaya Ayah terlihat tegar. Dan sesekali memberikan kesan tak terjadi apa-apa.
Setiap hari putri kecil kita kagum dan bangga degan Ayah. Seharian diluar sana bergelayut dengan suasana hiruk pikuk. Dan kembali di sambut penuh keceriaan oleh putri kecil kita. Ajarkan Ibu dan Dede arti kegigihan yang Ayah miliki. Agar kelak suatu hari kita akan menjadi seperti Ayah yang "hebat dan kuat".
Salam sayang dan cinta dari kami berdua yg mengagumimu secara diam-diam. Peluk hangat dan perhatian untuk Ayah tercinta.
Istrimu (Bubu) & De'Gita Hasna. A.
_Sebuah pesan yang terindah Ibu tulis untuk Ayah tercinta_
Sedang apa hari ini suamiku?? Seharian tampaknya whatsapp dari Ibu tak terbaca bahkan tidak terkirim. Pasti diskusi hari ini sangat melelahkan, biar Ibu peluk erat tubuh Ayah yang penuh dengan keringat surga. Perbedaan waktu di Indonesia dengan vietnam begitu menyiksa kalbu. Sepertinya hati ini lelah dan bergelayut dengan rasa "Rindu".
Harum...harum sekali tubuh Ayah. Semoga nanti Ayah yang akan mengantarkan kita ke surga. Aamiin ya rabbalalamin. Karena lelah dan letih untuk mengharapkan ridho Alloh swt. Dan berjuang untuk keluarga kecil kita. Sesekali tampaknya aroma tubuh Ayah yang membuat Ibu Rindu. Karena hampir tak pernah lagi Ibu menciumnya. Selain aroma tubuh putri kecil kita. Ma'afkan Ibu yang beralih perhatian mencurahkan kasih dan sayang kepada putri kecil kita. Ma'afkan Ibu yang masih kurang sempurna dalam merawat Ayah sehingga sering terabaikan. Ayah, tak banyak kalimat yang ingin Ibu utarakan.
Suamiku sayang, ingatkah kapan pertama kali kita di pertemukan? Mungkin sudah lupa,tetapi akan Ibu ingatkan.
Jogya, juli 2014
Sehari sebelum menjelang Hari raya idul fitri. Kita berkenalan. Tampak rasanya asing tetapi hati kita menyimpan rasa yang sama. Aiiish....rasanya malu sekali saat bertemu dulu. Jilbab yang seadanya, rok yang kumel dan mulai pudar warnanya serta baju pink yang lusuh. Ayah terlihat Gagah.
saat itu. Wajahnya yang menyimpan sejuta teka-teki memancar dari berbagai sudut pandang seorang wanita.
"Apakah dia orang baik-baik"? Atau
"Apakah dia orang yang bertanggung jawab"?
Dan sebagainya.
Perkenalan singkat tapi Pasti. Entah siapa duluan yang mulai tetapi hati kita berdua ada yang saling menggerakkan yakni Alloh swt.
Liatlah usia pernikahan kita seperti umur jagung. Ibarat anak kecil yang sudh pandai berjalan dgn penuh kehati-hatian. Itulah gaya Ayah dalam memimpin keluarga kecil kita. Sikap yang penuh kesigapan dalam mencapai sebuah kebahagian
Suamiku sayang, Terima kasih!
Sikap yg penuh kegigihan dalam mengarungi rumah tangga ini, menjadi bukti bahwa Ayah penuh tanggung jawab. Tak pernah sesekali terlihat bulir-bulir keringat yang mengantarkan lelahmu. Tapi, mungkin saja Ayah sembunyikan dalam-dalam supaya Ayah terlihat tegar. Dan sesekali memberikan kesan tak terjadi apa-apa.
Setiap hari putri kecil kita kagum dan bangga degan Ayah. Seharian diluar sana bergelayut dengan suasana hiruk pikuk. Dan kembali di sambut penuh keceriaan oleh putri kecil kita. Ajarkan Ibu dan Dede arti kegigihan yang Ayah miliki. Agar kelak suatu hari kita akan menjadi seperti Ayah yang "hebat dan kuat".
Salam sayang dan cinta dari kami berdua yg mengagumimu secara diam-diam. Peluk hangat dan perhatian untuk Ayah tercinta.
Istrimu (Bubu) & De'Gita Hasna. A.

Komentar
Posting Komentar